Langsung ke konten utama

Postingan

nurma dan edwin adalah sepasang suami istri, Edwin adalah seorang guru biasa, sedangkan Nurma adalah direktur sebuah spa dan salon kecantikan. terjadi ketimpangan ekonomi di antara keduanya. sayangnya hal itu tak pernah menjadi masalah bagi Edwin, tapi tidak bagi Nurma., dia merasa kalau Edwin sudah berada di bawah kendalinya, dan dia merasa berhak untuk mengatur bahkan menghina Edwin dan keluarganya. masalah bermunculan ketika ibunya edwin yang kangen dengan sang cucu datang menjenguk ke rumah itu, perlakukan Nurma benar - benar kelewatan pada Edwin. dan ibunya. sedangkan di sisi lain, seorang bernama David, sedang menyusun rencana untuk bertemu lagi dan mengejar kisah lama yang belum usai dengan mantan sahabatnya. nantikan selamanya di SHAKE IT OFF.

angan semu (new idea)

Belum genap seminggu kepergian ibu, ayah sudah membawa wanita lain ke dalam rumah. Entah kenapa ayah seberani ini saat ini, padahal beberapa kerabat almarhumah ibu masih sering bertandang ke rumah, menjengukku yang kini menjadi piatu, atau sekedar menyapa kakakku yang sejak kepergian ibu lebih memilih di luar rumah, dia memilih kembali bertemu dengan teman – teman smanya sebelum kembali lagi ke Bogor, ke tempatnya menimba ilmu. Aku masih enggan memandangnya, walau sejak tadi aku tahu dia sebenarnya sedang mencuri pandang ke arahku. Dia ingin aku tertarik padanya. Mungkin aku akan tertarik memiliki ibu tiri, namun tidak sekarang. Aku masih ingin menikmati kepedihan yang diakibatkan oleh kehilangan. Aku ingin menikmati rasa sakit sekaligus bercampur lega karena akhirnya bisa melepaskan ibu kandungku dengan suka cita setelah dia melawan penyakit yang berada di badannya. Ayahku datang, memecah kebisuan di antara kami berdua. Enam belas aku hidup di dunia baru kali ini aku bias membaca...

CINTA, BERSABARLAH!

     Edwin dan Nurma adalah karyawan satu bank yang sama, keduanya sedang menjalani ikatan hubungan yang sembunyi - sembunyi. sebab jika ketahuan, salah satu harus mengundurkan diri atau dikeluarkan. tiga tahun tanpa kejelasan membuat Nurma menaruh kecurigaan pada Edwin tidak serius sekalipun dia tahu sendiri keadaannya tidak memungkinkan untuk jadi lebih serius.      Adalah Melvin, seorang yang dikenalkan oleh Diandra. sebagai lulusan terbaik kampus di luar negeri. pulang ke Indonesia untuk mengambil berkas - berkas yang dibutuhkan untuk kuliah S 3 di luar negeri juga. membuat Nurma goyah hati, sungguh pemandangan yang menggiurkan dan mendebarkan bagi Nurma. dia merasa kalau Melvin adalah jalan tengah dari kebuntuan hatinya selama ini.      Sedangkan Edwin, dia rupanya memiliki sesuatu yang baru yang dia sembunyikan dari Nurma. berupa hubungan kedekatan dengan seorang tante bernama Riana. Tante Riana sangat cantik, mandiri, dan juga kaya...

Serpihan Hati

        Hidup yang penuh dengan kejutan menyatukan dua seteru abadi, Edwin dan David. dengan berbagai keunggulan yang sama - sama dimiliki oleh keduanya, keduanya bersaing ketat. tapi apa yang terjadi? ibu Edwin menikah dengan Ayah David. dan kedua seteru itu menjadi saudara tiri.         Edwin merasa kalau ibunya hanya mementingkan kepentingannya sendiri, dan tidak peduli dengan Edwin. dia merasa harus melakukan apapun untuk bisa lepas dari rumah yang kini dimasuki oleh ayah David dan juga David.           Sedangkan David, dia merasa senang karena pada akhirnya bisa memiliki ibunda setelah sekian lama ditinggalkan oleh ibunya. karena itu akhirnya David bisa kembali menata kehidupan menjadi lebih baik.             Di rumah itu, akhirnya menjadi neraka untuk Edwin dan surga baru bagi David.                        ...

APA YANG AKAN SAYA RAIH KETIKA USIA 30???

          Saat ini saya berusia 23 tahun, artinya tujuh tahun lagi aya berada di usia 30. setiap hari berlalu tanpa terasa. dua puluh empat jam berputar tiada bisa dihentikan. artinya hidup ini terus berjalan, tidak akan berhenti, ketika saya lengah bisa jadi tidak terasa saya sudah berada di usia 30 tahun tanpa membuat atau meraih apa - apa yang bisa berarti untuk diri sendiri dan banyak orang lain yang benar - benar sayang dan menaruh banyak harapan sama saya.         Untung ada giveaway dari Mbak Aida MA ini, saya sih bertujuan ikhlas dan melatih kejujuran terhadap diri sendiri. kalah menang tak masalah, kalau menang sih menjadi rejeki saya memang tapi kalau kalah anggap saja saya harus membuat pencapaian - pencapaian yang lebih fenomenal lagi, dan berlatih lebih keras lagi dalam menulis agar bisa enak dibaca.           Kembali ke masalah apa yang saya raih ketika nanti saya berusia 30 tahun? jelas pertama saya ...

rejeki itu....

dear blog... sudah lama tak ku sambangi blog ini. dan alhamdulillah hari ini aku dapat pinjaman modem gratis dari salah satu sepupuku jadinya aku bisa internetan di rumah. heheh. aku senang sekali hari ini, karena banyak hal. salah satunya karena hari ini aku bisa main internetan di rumah sendiri. hehehe. setelah sekian lama tidak lagi pernah internetan menggunakan modem seperti ini. oh ya, aku senang juga hari ini karena hari ini aku menemukan ide atau inspirasi untuk next naskah yang akan aku kerjakan. (Btw, sampai detik ini masih ada lho obsesi dari dalam diri ini untuk menjadi penulis hebat sekalipun makin hari makin nggak ada kesempatan untuk menulis. selain sibuk saya juga berpenyakit kronis malas dan ngantukan). terus, hal yang menggembirakan lagi adalah hari ini saya bisa ketemu dengan geng rempong sekalipun belum lengkap keenam - enamnya tapi yang jelas saya bersyukur mengingat susah sekali hari - hari ini untuk bertemu dengan mereka. pertemuan dengan mereka memberi arti...

Ya Allah aku galau

     entah apa yang seharusnya aku tuliskan di blog baru ini, aku nggak ngerti sama sekali. yang jelas disini aku jelaskan jika aku sedang galau berat. masalah yang datang menumpuk,bertubi - tubi, mengiris hati. sungguh aku tak tahu harus bagaimana dan harus berbuat apa sekarang selain menumpahkan semua hal ini pada tulisan.      aku tahu, harus ada yang diinterospeksi dari diriku, kesalahanku sudah begitu banyak, dosa - dosaku menghimpitku sehingga membuatku tak berdaya. aku hanya ingin segera keluar dari belenggu masalah ini, tapi langkah pertama yang kulakukan untuk keluar saja aku tak mengerti. selain ya itu tadi, interospeksi diri.      aku tahu masih banyak jalan, masih banyak kesempatan yang seharusnya bisa aku manfaatkan, dan bukan berdiam dalam kungkungan kegalauan seperti ini, aku tahu bisikan akan semangat baru itu selalu membisik dalam hati, yang sayangnya seringkali tidak aku dengarkan karena mungkin aku masih terb...